Roti Buatan WBP Lapas I Madiun Kian Dilirik Pesantren Al-Fatah


IMR_CHANNEL, MADIUN -
Pangsa pasar roti buatan warga binaan Lapas Kelas I Madiun semakin terbuka. Bahkan, pihak Pesantren Al-Fatah, Temboro, Magetan berniat meminta kiriman tiga ribu potong roti setiap pekan. Jumlah tersebut terdiri dari tiga jenis hasil olahan bahan roti.

Untuk memenuhi kualifikasi, kualitas, dan kuantitas itu pihak Pesantren Al-Fatah menggelar pelatihan bagi warga binaan Lapas Kelas I Madiun. 

Kepala Lapas I Madiun Kunrat Kasmiri mengatakan bahwa kerjasama dengan Pesantren Al-Fatah sudah dibahas kedua belah pihak sejak beberapa waktu lalu. Adapun proses produksinya dimulai dengan simulasi sebelum perjanjinjian kerjasama pemenuhan kue itu diteken.

"Instruktur didatangkan langsung dari Temboro. Kami tidak ingin mengecewakan, mengingat kuantitas yang sangat banyak tiga ribu setiap pekan," ujar Kunrat.

Adapun instruktur pembuatan roti yang didatangkan dari Temboro adalah Maya. Perempuan itu telah memahami selera lidah dan pasar di kawasan pesantren Al-Fatah. (red)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bebas Setelah Terima Remisi, Empat Napi Lapas Madiun Sujud Syukur

Ini Respon Kalapas I Madiun Tentang Aplikasi TEGAS

Penuhi Kebutuhan Makanan WBP, Dapur Restorasi Lapas I Madiun Berikan 10 Hari Siklus Jadwal Menu Makan